Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Hal yang harus diperhatikan dalam aplikasi e-money

9 Hal yang harus diperhatikan dalam Aplikasi e-money

Karena Uang Tunai Masih Menjadi RAJA di Dunia.



Di Era Digital sekarang ini, hampir semua hasil buah pemikiran manusia sudah berhasil dituangkan ke dalam realita kehidupan manusia. Alhasil semua serba online dan praktis. Namun, apakah semua orang otomatis langsung ikut paperless? 100% tanpa kertas, tanpa repot dan mulus-mulus saja? Tentu Tidak, selalu ada pro dan kontra dari setiap tindakan.

Catatan Penting! e-money sangat sepenuhnya bergantung kepada perangkat elektronik kita, seperti ponsel dan juga baterai yang paling menentukan kelistrikan ponsel.

Jika Anda tidak memiliki uang tunai dan bergantung sepenuhnya pada pembayaran elektronik, maka Anda Selesai. Bayangkan jika bencana melanda Negara Anda dan pasokan listrik terputus.

Anjuran Penggunaan Uang Digital

Sesuai dengan anjuran dari Bank Indonesia, telah lahir produk bank seperti uang kartal yang kini telah bertransformasi menjadi electric money (e-money) atau uang elektronik. Tentunya pemerintah di satu sisi bisa lebih hemat karena bisa mengurangi biaya cetak uang yang relatif mahal dan mengurangi peredaran uang fisik kertas di kalangan masyarakat.

Perkembangan e-money pun tentunya berkembang pesat dan banyak tercipta peluang Bisnis di dunia usaha Indonesia maupun internasional. Mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat padat, berdasarkan angka yang dimiliki BI di tahun 2013 berkisar di 138 juta transaksi, hampir setengah dari populasi di tanah air mulai melakukan transaksi mereka melalui digital.

Tujuan daripada Uang Digital tentunya mempermudah transaksi dan anti ribet, pastikan kita juga cerdas dan fasih dalam penggunaannya. Pastikan Uang Tunai Anda sudah mencukupi baru Anda bisa bergantung pada pembayaran elektronik.

Simak apa saja yang perlu diperhatikan:

1. Pengaruh Psikologis Uang Digital vs Uang Tunai

Apakah Anda setuju belanja online itu efeknya lebih konsumtif berkali-kali lipat dari belanja biasa? Buktinya dengan gampangnya semua fasilitas yang disediakan, mulai dari paylater, cicilan dan promo non stop yang berujung membuat kita terlalu foya-foya dan lupa diri. Cukup rebahan di kamar, browsing sambil tiduran, order, bayar dan barang pun akan dikirim. Sesuaikan kemampuan dan kebutuhan untuk membeli. Jangan Lengah!

Selain itu, ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap e-money juga memberi dampak buruk.
Belajar dari kejadian di Jepang, Hokkaido, sewaktu gempa kuat dan memicu pemadaman listrik skala besar, dan seketika kota Sapporo langsung menjadi ibu kota gelap.

Beberapa korban yang biasanya hanya menggunakan ponsel untuk bertransaksi kehilangan kemampuan membayar dan tidak dapat membeli apa yang mereka butuhkan. Pernah kebayang ga sih? 

2. Perhatikan Tingkat Keamanan aplikasi e-money 

Disarankan tidak mengisi / top up uang dalam jumlah yang terlalu besar dan hanya isi secukupnya saja.
Hal ini dikarenakan adanya tingkat resiko tersendiri dalam hal keamanan pemakaiannya. Maka Bijaklah dalam mengatur keuangan digital ini. Pembayaran non tunai hanyalah pelengkap dari fungsi pembayaran, karena tidak dapat digantikan oleh kondisi dasar tertentu (listrik, jaringan, base station dll)

3. Sesuaikan kebutuhan dengan penggunaan e-money

Mulai dari pagi hari kita mulai membeli sarapan, makan siang, masuk tol, bayar tagihan dan parkiran. Hampir secara keseluruhan praktis menggunakan e-money, dan pengeluaran kita tentunya harus berbanding lurus dengan pendapatan kita juga. Jangan terlena dengan kebutuhan lain yang belum tentu menjadi prioritas utama kita. Karena kalau kita ikuti semua tak kan ada habisnya. Yang ada malah minus dan menimbulkan hutang piutang yang berkepanjangan. 

4. Promosi yang tidak pernah habis membuat kita lupa diri

Coba perhatikan setiap tanggal yang unik maupun hari besar, semua online shop pun mulai berlomba-lomba membuat promo untuk menarik pelanggan. Mulai dari penanggalan 1-1, 2-2 sampai 12-12, itu semua promo yang memancing konsumen untuk membelanjakan uang yang lebih banyak lagi, bukannya murah tapi malah kadang menjebak kita jadi lebih boros.

5. Jangan berikan e-money kepada anak di bawah umur

Anak kecil umur 10 tahun sekarang sudah mulai terbiasa dengan belanja online, kadang bisa saja mereka mencoba untuk belajar sendiri secara diam-diam maupun terang-terangan. Misalnya membeli voucher game online, banyak anak kecil yang mulai bertransaksi demi permainan game online terbaik versi mereka supaya bisa bertahan dan terus naik level.

6. Gunakan transaksi Debit jika transaksi jumlah dana yang besar

Terkadang pengusaha juga melakukan transaksi jual beli barang dagangan menggunakan e-money, jika jumlah yang terlalu besar ada baiknya beralih ke debit saja. Demi keamanan bertransaksi, mengingat kode PIN yang cukup sensitif jika sampai ada oknum yang berusaha mencari kesempatan.

7. Pembayaran tunai selalu diutamakan dalam kondisi darurat apapun.

Saking banyaknya promo yang menarik kita untuk menggunakan e-money, sehingga aplikasi di dalam ponsel kita pun semakin bertambah banyak. Karena kebanyakan promo hanya berlaku di awal pemakaian saja. Jadi, hindari memakai e-money untuk bertransaksi membayar tagihan supaya lebih aman dan tidak bolak balik mengisi uang.

Belajar kembali dari kejadian gempa kuat di Jepang, Hokkaido. Gempa memberi pelajaran kepada semua orang supaya dapat memahami pembayaran tunai dengan benar.

8. Perhatikan biaya tambahan

Ada kalanya muncul biaya tambahan yang di luar pemberitahuan, sering membuat kita lupa dan kesannya terbiarkan lama. Dan akhirnya setelah sekian lama kita mulai mengakses kembali aplikasi tersebut barulah kita menyadari ada muncul banyak biaya tambahan dan administrasi yang lama kelamaan menguras isi saldo e-money kita.

9. Bank yang digunakan juga mempengaruhi sesama pengguna

Umumnya transaksi antar sesama perusahaan membuat pengguna merasa lebih nyaman dan praktis. 
Ketangguhan sistem juga terbukti lebih tertata karena jumlah pengguna yang banyak, sebut saja misalnya Bank Mandiri yang sudah mulai fokus di e-money dengan e-toll by Livin Mandiri

Bank BCA yang juga sudah tersebar dimana-mana. Kemudahan dalam bertransaksi sudah terbukti, bahkan sekarang ke atm saja tidak perlu membawa kartu atm dan tetap bisa melakukan transaksi.
Tidak heran kenapa BCA mempunyai slogan yang cukup unik yaitu "Tingkatkan transaksi Anda." selain juga tingkatkan tabungan Anda yah. 

Teknologi merubah gaya hidup Anda

So, sekarang sudah tau yah, e-money itu mempermudah kita dan bukannya menjerumus kita ke dalam sifat konsumtif yang tidak layak. Tingkat keamanan menjadi faktor utama juga selain kemudahannya.

Pesan buat semua pengguna e-money, tetap jaga keamanan data pribadi Anda selama bertransaksi.
Tetap waspada dan berjaga-jaga, jangan pernah meninggalkan ponsel Anda dalam keadaan Nyala dan tanpa pasword pengaman.

Layak untuk direnungkan Bersama:

"Masyarakat tanpa uang tunai sulit menghadapi perang atau bencana. 

Sistem sosial dan keuangan yang besar akan runtuh dalam sekejap."





Dengan begitu, semua urusan bisnis pun menjadi lebih lancar bersama Sibelancar. Peluang di dunia usaha semua sudah beralih ke digital, pastikan semua cermat dan cerdas dalam mengikuti perubahan zaman era digital ini. 

Posting Komentar untuk "9 Hal yang harus diperhatikan dalam aplikasi e-money"